Pada tahun 2006, Graydon Hoare—seorang pengembang perangkat lunak di Mozilla—memulai proyek pribadi yang kelak menjadi bahasa pemrograman Rust. Ia mengaku ide Rust lahir saat terjebak di dalam lift yang rusak, dan kala itu ia memikirkan bagaimana menghindari masalah memori yang sering terjadi pada bahasa seperti C dan C++ (Amadeo, 2020). Dalam benaknya, harus ada bahasa yang tetap aman dari kesalahan manajemen memori, tetapi tetap memberikan performa setara dengan bahasa sistem tradisional.
Rust pun lahir dengan filosofi memory safety without garbage collection. Artinya, Rust mampu memberikan jaminan keamanan memori—mendeteksi data race dan null pointer—tanpa memerlukan garbage collector, seperti yang digunakan di Java atau C# (Klabnik & Nichols, 2019).
Pada tahun 2009, Mozilla melihat potensi Rust dan mulai mendanai pengembangannya secara resmi. Sejak saat itu, Rust tidak lagi menjadi proyek individu, melainkan dikembangkan oleh tim kolaboratif bersama komunitas open source (Mozilla, 2010).
Rust 1.0
Setelah bertahun-tahun pengembangan, versi stabil pertama, Rust 1.0, akhirnya dirilis pada 15 Mei 2015. Ini menjadi momen penting karena menandai komitmen tim Rust terhadap stabilitas dan kompatibilitas jangka panjang. Artinya, mulai dari versi ini, perubahan besar yang merusak kompatibilitas ke belakang akan dihindari (Rust Language Team, 2015).
Seiring peluncuran Rust 1.0, diperkenalkan pula Cargo, yaitu sistem manajemen paket resmi Rust, dan crates.io, repositori paket terbuka. Dengan sistem ini, pengembang bisa dengan mudah membagikan dan menggunakan pustaka pihak ketiga. Cargo menjadi pilar utama ekosistem Rust dan terus digunakan hingga saat ini (Klabnik & Nichols, 2019).
Komunitas
Rust tumbuh bersama komunitas globalnya. Para pengguna Rust menyebut diri mereka Rustaceans, dan mereka bukan sekadar pengguna, melainkan juga kontributor. Komunitas Rust dikenal sangat inklusif dan ramah terhadap pemula, yang menjadikan Rust mudah diakses oleh siapa saja.
Tidak heran jika sejak 2016 hingga kini, Rust dinobatkan sebagai "Most Loved Language" dalam survei tahunan Stack Overflow—sebuah bukti bahwa para pengembang sangat menikmati menggunakan Rust dalam proyek-proyek mereka (Stack Overflow, 2023).
Buku The Rust Programming Language yang disusun oleh Steve Klabnik dan Carol Nichols juga menjadi referensi utama yang sangat disukai karena gaya penulisan yang terstruktur dan jelas. Buku ini bahkan tersedia gratis dalam versi daring, dan telah diterjemahkan ke berbagai bahasa (Klabnik & Nichols, 2019).
Dari Firefox hingga Android
Rust bukan hanya proyek eksperimental. Ia telah digunakan dalam banyak proyek besar. Mozilla mengintegrasikan Rust ke dalam mesin peramban Firefox melalui proyek Stylo, yaitu mesin CSS baru yang ditulis dalam Rust dan menggantikan ribuan baris kode C++ (Amadeo, 2020).
Pada tahun 2021, Google secara resmi menyatakan bahwa Rust akan digunakan dalam pengembangan sistem operasi Android, terutama untuk komponen sistem yang sebelumnya hanya ditulis dalam C/C++. Google menyebutkan bahwa Rust mampu secara signifikan mengurangi kerentanan keamanan yang disebabkan oleh kesalahan memori (Thiruvathukal, 2021).
Rust Masuk Kernel Linux
Salah satu momen penting dalam sejarah Rust adalah ketika Linus Torvalds, pencipta Linux, mengizinkan penggunaan Rust dalam kernel Linux. Hal ini diumumkan secara resmi pada akhir tahun 2022. Rust menjadi bahasa pertama selain C dan Assembly yang digunakan dalam pengembangan kernel Linux sejak awal berdirinya proyek tersebut (The Linux Foundation, 2022). Ini adalah validasi teknis luar biasa bagi Rust, karena menunjukkan bahwa bahasa ini layak untuk proyek-proyek low-level yang sangat menuntut.
Rust Fondation
Untuk mendukung keberlanjutan Rust sebagai proyek independen dan terbuka, maka pada tahun 2021 dibentuklah Rust Foundation. Yayasan ini didirikan oleh lima organisasi utama—Amazon Web Services (AWS), Google, Huawei, Microsoft, dan Mozilla—untuk menyediakan infrastruktur dan sumber daya bagi pengembangan Rust ke depan (Rust Foundation, 2021).
Dengan berdirinya yayasan ini, Rust mendapatkan legitimasi formal sebagai proyek open source jangka panjang, dan bukan sekadar produk internal Mozilla.
Masa Depan Rust
Hingga hari ini, Rust terus berkembang dengan siklus rilis setiap enam minggu, menambahkan fitur-fitur baru seperti async/await, const generics, dan banyak lagi, sambil tetap menjaga stabilitas. Banyak perusahaan, baik rintisan maupun raksasa teknologi, mulai mengadopsi Rust dalam berbagai skenario—dari sistem terbenam, server backend, hingga perangkat lunak web via WebAssembly (Klabnik & Nichols, 2019).
Rust kini bukan hanya “bahasa pemrograman baru”, melainkan telah menjadi kekuatan penting dalam dunia pengembangan perangkat lunak modern—bahasa yang membawa harapan akan masa depan pemrograman yang aman, cepat, dan menyenangkan.
Daftar Pustaka (Gaya APA)
- Amadeo, R. (2020, November 16). Rust programming language: What is it, and why is it so popular? Ars Technica. https://arstechnica.com/gadgets/2020/11/rust-programming-language-what-is-it-and-why-is-it-so-popular/
- Klabnik, S., & Nichols, C. (2019). The Rust programming language (2nd ed.). No Starch Press. https://doc.rust-lang.org/book/
- Mozilla. (2010, July 7). Introducing Rust. Mozilla Hacks. https://hacks.mozilla.org/2010/07/introducing-rust/
- Rust Foundation. (2021, Februari 8). Announcing the Rust Foundation. https://foundation.rust-lang.org/news/2021-02-08-hello-world/
- Rust Language Team. (2015, Mei 15). Rust 1.0. Rust Blog. https://blog.rust-lang.org/2015/05/15/Rust-1.0.html
- Stack Overflow. (2023). Stack Overflow Developer Survey 2023. https://survey.stackoverflow.co/2023/
- The Linux Foundation. (2022, Desember 11). Rust now supported in the Linux kernel. https://www.linuxfoundation.org/press/linux-kernel-adds-rust-support
- Thiruvathukal, G. (2021, Juni 29). Google to bring Rust to Android OS development. Communications of the ACM. https://cacm.acm.org/news/253657-google-to-bring-rust-to-android-os-development/fulltext